Buka pelan-pelan, ya.
Prolog
Bab 1
11 Agustus 2026. Sebuah tanggal biasa di kalender, sampai hari itu kita resmi jadi kita.
Sejak hari itu, hidupku punya satu tempat yang selalu ingin kutuju, dan tempat itu adalah kamu.
Dan ini hitungan waktu yang sudah kita lewati bersama. Angkanya terus berjalan, bahkan saat kita berjauhan.
Bab 2
Sejak 11 Oktober 2026, kita belajar mencintai dari jauh. Jujur, aku tahu ini tidak mudah. Akan ada hari ketika aku ingin ada di sampingmu tapi hanya bisa lewat layar. Aku juga tahu kamu merasakannya.
Tapi jarak hanya mengukur seberapa jauh dua tempat. Ia tidak pernah bisa mengukur seberapa dekat dua hati.
Pelukan terkirim: 0
Bab 3
Setiap momen kecil adalah batu pijakan. Kita sudah melangkah sejauh ini.
Bab 4
Ketuk satu per satu. Jangan terburu-buru.
Bab 5
Surat-surat kecil untuk hari-hari yang berat. Simpan halaman ini dan datang lagi kapan pun kamu perlu.
Aku juga. Mungkin sekarang pun aku sedang memikirkanmu. Kangen itu bukti bahwa yang kita punya nyata. Peluk dari jauh, Sayang, sampai waktunya aku bisa memelukmu langsung.
Tarik napas dulu. Kamu tidak harus kuat sendirian. Ceritakan padaku, atau diam saja bersamaku lewat telepon. Kamu sudah sejauh ini, dan aku bangga sekali padamu.
Wajar kalau sesekali ragu. Tapi ingat kenapa kita memulai, dan ingat bahwa aku memilihmu setiap hari, bukan hanya waktu mudah. Bilang padaku apa yang kamu rasakan, kita cari jalannya bersama.
Lihat ke langit malam ini. Kita beda tempat, tapi langitnya sama. Pejamkan mata, anggap aku menemani. Selamat tidur, mimpi indah, Sayang.
Maaf kalau aku membuatmu sedih. Aku tidak mau menang, aku mau kita. Jarak membuat salah paham mudah terjadi, jadi mari bicara pelan-pelan dan saling mendengar.
Bab 6
Aku tidak pandai merangkai janji besar. Jadi ini janji-janji sederhana, tapi akan kutepati sungguh-sungguh.
Bab 7
Epilog
, beberapa tahun ke depan mungkin terasa panjang. Akan ada malam sepi, jadwal yang tidak cocok, dan rindu yang tidak bisa dibayar dengan video call.
Tapi aku yakin, orang yang mau bertahan di masa sulit adalah orang yang layak ditunggu. Dan kamu layak kutunggu, selama apa pun itu.
Terima kasih sudah memilih berjuang bersamaku.
Jarak boleh memisahkan tempat kita. Ia tidak akan pernah memisahkan kita.
—
To be continued…